Pelantikan Hakim Baru PA Larantuka

Rabu, tanggal 14 Juli 2010, bertempat di ruang sidang Pengadilan Agama Larantuka, sekitar pukul 11.00 Wita dilangsungkan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan seorang Hakim yaitu MADJIBRAN TJEBBANG, SHI yang semula bertugas di Pengadilan Agama Tahuna (wilayan PTA Manado).

Acara pelantikan tersebut berlangsung khidmat yang dihadiri oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Larantuka beserta ibu-ibu Dharma Yukti Karini cabang Larantuka.

Mengawali pengarahannya, Ketua Pengadilan Agama Larantuka, Drs.MUHAMAD CAMUDA, MH menyampaikan ucapan selamat dan proficiat kepada hakim yang baru saja dilantik. Untuk itu lanjut Ketua Pengadilan Agama Laranuka berharap agar setiap hakim senantiasa menjalankan tugas dengan berpedoman kepada aturan yang terkandung dalam kode etik prilaku hakim dan kode kehormatan hakim tanpa kecuali, termasuk hakim yang baru dilantik.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah agar yang bersangkutan bisa bekerja sama, tidak hanya dengan para hakim yang ada di Pengadilan Agama Larantuka tetapi juga dengan seluruh pegawai Pengadilan Agama Larantuka. Lebih dari itu agar yang bersangkutan bisa bersosialisasi secara baik dengan masyarakat yang ada disekitarnya.

Lebih jauh beliau menjabarkan makna yang terkandung dalam lambang hakim yang setidaknya ada 5 (lima) hal yaitu 1.KARTIKA yang maksudnya setiap hakim harus meyakini bahwa yang ditakuti hanyalah Allah Swt, 2. CAKRA yang artinya setiap hakim harus adil dalam memutuskan perkara, 3. CANDRA yang berarti bahwa setiap hakim harus bijaksana dalam mengambil keputusan, 4. SARI yang artinya bahwa setiap hakim harus memiliki akhlak yang tinggi dan 5. TIRTA yang mengadung makna bahwa setiap hakim harus jujur dan benar dalam setiap perkataannya.

Dengan begitu Ketua Pengadilan Agama Larantuka berharap bahwa tidak sekedar lambang itu menempel di dada sebeleh kiri hakim, namun yang terpenting agar dipahami dan dimengerti bahwa pada lambang itu terdapat sifat-sifat hakim yang harus dimiliki oleh setiap hakim dimanapun dan kemanapun ia berada agar tidak salah arah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Kelima kata yang terdapat dalam lambang hakim tersebut akan menjadikan sorang hakim disegani dan dihormati dan bahkan akan bermartabat jika dipedomani dengan baik dalam setiap perkataan dan perbuatan, demikian akhir harapan ketua Pengadilan Agama Larantuka.

Sayangnya, acara pelantikan ini tidak dihadiri oleh isteri hakim yang baru dilantik karena yang bersangkutan masih bertugas sebagai PNS di Pengadilan Agama Manado.

Acara tersebut kemudian ditutup dengan doa oleh Drs. Mohammad Arsyad Ratuloly, dan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat. (IT. PA.Lrt)